Tautan Sponsor

Get This Widget

Internet, pc, games, berita, free download, gratis,

9 Resolusi untuk Jakarta di 2012





Jakarta adalah kota yang semakin termakan usia. Namun tahun baru selalu membawa semangat baru untuk menyelamatkan Ibu Kota kita tercinta.
Lingkungan Jakarta semakin sesak oleh polusi udara. Kemacetan, banjir dan masalah lingkungan hidup semakin parah. Kepadatan penduduk, wilayah kumuh, kesenjangan sosial dan ekonomi, kriminalitas, terus mengancam penduduk Jakarta.
Terinspirasi oleh dua belas resolusi yang diluncurkan di situs UN Habitat, lembaga PBB yang membidangi pemukiman penduduk, berikut 9 harapan, resolusi, menuju kota Jakarta yang lebih baik pada 2012.

Resolusi #1. Kurangi Pemukiman Kumuh
Urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak dilandasi oleh prinsip kemanusiaan dan keadilan akan berdampak buruk. Ruang kota semakin padat oleh mereka yang berjuang mencari sesuap nasi. Kesenjangan sosial dan ekonomi semakin lebar. Pemukiman kumuh adalah cermin kesenjangan ini. Diperlukan pendekatan kesejahteraan juga perbaikan sistem tata ruang kota untuk memecahkan masalah sistemik di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia ini.

Resolusi #2. Lebih Banyak Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau selain berfungsi sebagai tempat berekreasi anak-anak dan keluarga, juga bisa mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental masyarakat. Selain dengan peraturan dan kebijakan, dibutuhkan komitmen politik yang kuat untuk mewujudkannya.

Resolusi #3. Meningkatkan Akses terhadap Air Bersih
Bukan rahasia lagi jika air tanah Jakarta telah tercemar oleh bakteri dan polutan yang membuatnya tidak layak minum. Menyediakan air bersih di Jakarta bisa dilakukan dengan memerbaiki akses masyarakat ke air pipa (air PAM), dengan meningkatkan kinerja dan kualitas pengelolaan air minum daerah.

Resolusi #4. Lebih Banyak Berjalan Kaki
Berjalan kaki di Jakarta adalah sebuah perjuangan yang luar biasa. Buruknya fasilitas bagi pejalan kaki dan tingginya polusi menjadi masalah utama. Tingkat polusi udara Jakarta jauh di atas rata-rata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun bersama dengan penggiat lingkungan yang lain, seperti rekan-rekan pekerja bersepeda dan penggiat berkebun, jangan pernah berhenti dan berjuang untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik.

Resolusi #5. Menggunakan Transportasi Publik
Sama seperti pejalan kaki, pengguna transportasi publik juga menghadapi ancaman polusi udara dan kriminalitas. Memperbaiki kualitas layanan transportasi publik hingga kini masih menjadi PR besar yang belum terselesaikan. Padahal transportasi publik yang baik adalah kunci mengurai kemacetan dan polusi kronis di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Saran kami, tetap berhati-hati ketika menggunakan transportasi publik. Pilah dan pilih transportasi publik dengan lebih bijaksana.

Resolusi #6. Kesejahteraan Bagi Kaum Muda
Adalah kewajiban kita bersama untuk memberikan kesempatan dan fasilitas bagi kaum muda untuk berkarya dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi terciptanya lapangan kerja. Mereka adalah pemilik masa depan Jakarta dan juga masa depan bangsa.

Resolusi #7. Mengurangi Emisi dan Polusi Udara
Berjanjilah pada diri Anda sendiri untuk lebih serius mengurangi emisi dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Langkah pengurangan emisi juga bisa dicapai dengan efisiensi energi dan langkah-langkah reboisasi.

Resolusi #8. Selalu Waspada
Bersiap dan selalu waspada terhadap bencana. Jakarta pada 2012 memasuki siklus banjir besar lima tahunan. Tugas kita bersama untuk lebih siap menghadapi bencana. Karena Jakarta bebas banjir dan bencana sampai saat ini masih menjadi utopia.

Resolusi #9. Mengurangi Segala Jenis Sampah
Mengurangi segala jenis sampah bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Jangan buang sampah sembarangan. Lakukan daur ulang. Berhenti menggunakan kantong plastik dan bahan plastik. Beralih ke tas dan produk yang lebih ramah lingkungan. Hindari membeli minuman dalam botol, bawa sendiri botol Anda dari rumah.

Semoga semua harapan ini bisa terwujud untuk masa depan Jakarta dan Indonesia yang lebih hijau dan lebih baik.


[Read More...]


Polusi Udara di Perkotaan Terus Meningkat






Polusi udara di berbagai kota-kota dunia terus meningkat dan mengancam kesehatan masyarakat.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis September lalu, sebanyak 2 juta orang meninggal dunia setiap tahun karena polusi udara luar ruang dan dalam ruang.

Penyebab utama kematian tersebut adalah meningkatnya konsentrasi PM10 di udara. PM10 adalah partikel-partikel halus yang berukuran sama atau kurang dari 10 mikron.

Sedemikian kecilnya, PM10 bisa menyusup dalam paru-paru dan aliran darah sehingga memicu penyakit jantung, kanker paru-paru, asma dan infeksi pernafasan akut.

Di negara maju maupun di negara berkembang, penyumbang polusi udara terbesar di wilayah perkotaan adalah emisi dari kendaraan bermotor, pabrik skala kecil dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Sementara untuk wilayah pedesaan, penggunaan bahan bakar tradisional seperti kayu dan batu bara untuk memasak dan memanaskan ruangan menjadi penyebab polusi utama.

Standar kualitas WHO untuk polusi PM10 adalah 20 mikrogram/m3 per tahun. Alih-alih memenuhi standar, data WHO mengungkapkan, tingkat polusi PM10 di sejumlah kota dunia ada yang mencapai 300 mikrogram/m3 per tahun.


Dalam laporannya ini WHO menyertakan data polusi di hampir 1100 kota dari 91 negara, termasuk di wilayah ibu kota dan kota dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa.

Dari lima kota di Indonesia yang diteliti WHO, hanya kota Pekanbaru yang konsentrasi rata-rata PM10-nya memenuhi standar kualitas yaitu 11 mikrogram/m3 per tahun.

Konsentrasi PM10 di Ibu Kota kita tercinta, Jakarta, masih dua kali lipat di atas ambang batas WHO yaitu sebesar 43 mikrogram/m3/tahun. Polusi PM10 di Surabaya mencapai 69 mikrogram/m3/tahun. Sementara konsentrasi PM10 di Medan jauh lebih tinggi, mencapai 111 mikrogram/m3/tahun.

Tingkat polusi udara di wilayah perkotaan ini terus meningkat tercermin dari terus naiknya jumlah kematian prematur dari 1,15 juta jiwa per tahun pada 2004 menjadi 1,34 juta per tahun pada 2008.

Menurut WHO, jika saja standar PM10 ini terpenuhi, dunia bisa mencegah 1,09 juta kematian per tahun pada 2008. Dan jika dunia bisa mengurangi konsentrasi rata-rata PM10 dari 70 mikrogram/m3 saat ini menjadi 20 mikrogram/m3 per tahun, dunia akan bisa mengurangi risiko kematian sebesar 15%.

Kesuksesan ini akan menjadi prestasi yang membanggakan di bidang kesehatan.

Untuk itu WHO menyeru masyarakat dunia agar sadar akan bahaya polusi udara ini dan meminta pemerintah menerapkan kebijakan yang efektif guna mengurangi dan mengawasi polusi udara – tidak hanya di perkotaan namun juga di wilayah pedesaan.

http://www.hijauku.com/2012/01/25/polusi-udara-di-perkotaan-terus-meningkat/
[Read More...]


Pesepeda Berisiko Menghirup Lebih Banyak Polusi





Para peneliti di Inggris menemukan, mereka yang aktif bersepeda di London dan kota-kota besar lain di Eropa, menyimpan lebih banyak karbon hitam dalam saluran pernafasannya.

Penelitian, yang dipresentasikan dalam Kongres Tahunan Ahli Pernafasan Eropa di Amsterdam hari Minggu lalu (25 September 2011), ERS Congress 2011, ini menyebutkan, pengendara sepeda menghidup lebih banyak karbon hitam bila dibandingkan dengan pejalan kaki, sehingga pesepeda lebih berisiko menderita kerusakan paru-paru.

Gas buang kendaraan bermotor dari pembakaran bahan bakar fosil, memroduksi partikel yang bisa terhirup oleh saluran pernafasan dalam jumlah besar, termasuk diantaranya partikel karbon hitam. Bukti-bukti yang ada menyebutkan, semakin banyak karbon hitam yang terserap dalam saluran pernafasan, semakin besar pula risiko kesehatan yang ditanggung, termasuk risiko terkena serangan jantung dan melemahnya fungsi paru-paru.

Para peneliti yang dipimpin oleh Professor Jonathan Grigg dari Barts dan London School of Medicine, berupaya menemukan hubungan antara cara orang dewasa bepergian ke kantor dengan risiko penyerapan partikel karbon hitam di udara.

Secara khusus, mereka meneliti hipotesis yang menyatakan bahwa mereka yang pergi ke tempat kerja dengan bersepeda berisiko menghirup lebih banyak karbon hitam dibanding mereka yang pergi ke tempat kerja dengan cara lain.


Untuk membuktikan kebenaran teori tersebut, para peneliti membandingkan kadar karbon hitam di paru-paru pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Para peneliti mengambil sampel dari sel saluran nafas bernama “airway macrophage” – sel khusus yang terletak di permukaan saluran nafas yang berfungsi menyerap partikel-partikel asing.

Mereka lalu mengambil dahak dari lima orang dewasa yang secara rutin pergi ke kantor dengan bersepeda di London dan lima orang pejalan kaki, lalu menganalisis jumlah karbon hitam yang ditemukan dalam sel khusus tersebut. Semua partisipan dalam penelitian ini adalah pekerja berusia 18-40 tahun yang sehat dan tidak merokok.

Hasil penelitian – dari sampel kecil ini – menunjukkan, para pengendara sepeda memiliki kandungan karbon hitam 2,3 kali lebih banyak dalam paru-paru  mereka dibanding mereka yang berjalan kaki. Kemungkinan kesalahan dari hasil penelitian ini adalah kurang dari 1 berbanding 100.

Dr Chinedu Nwokoro, salah satu ilmuwan dalam penelitian ini yang juga seorang pesepeda aktif menyatakan: “Hasil penelitian ini menguatkan hipotesis bahwa aktifitas bersepeda di kota besar di Eropa meningkatkan risiko penyerapan karbon hitam.

“Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam faktor, termasuk fakta bahwa pesepeda bernafas lebih dalam dan lebih cepat dibanding mereka yang berjalan kaki terutama saat mereka berada dekat dengan asap kendaraan, sehingga jumlah partikel di udara yang masuk dalam paru-paru juga lebih banyak.

“Dari data yang kami peroleh, kami sangat menganjurkan agar pesepeda memilih rute bersepeda secara hati-hati untuk menghindari polusi dan penyerapan karbon hitam yang berlebihan.”

Menurut Dr Chinedu, penelitian yang lebih besar tentang efek aktifitas bersepeda bagi kesehatan saat ini masih terus berlangsung.

http://www.hijauku.com/2011/09/27/karbon-hitam-mengancam-pesepeda-di-perkotaan/
[Read More...]


9 Cara Melindungi Keluarga dari Polusi Asap






Jika Anda sedang fit, terpapar asap atau polusi udara dalam jangka pendek biasanya tidak akan berpengaruh pada kesehatan Anda.

Namun alangkah bijaksana jika Anda bisa menghindarinya, apalagi setelah mengetahui bahaya asap bagi kesehatan.

Asap adalah campuran kompleks dari bahan-bahan gas dan partikel-partikel halus yang terbentuk saat kayu atau bahan organik lain terbakar. Ancaman kesehatan terbesar dari asap berasal dari partikel-partikel halus ini.

Partikel dalam skala mikro ini bisa masuk ke mata atau saluran pernafasan, memicu gangguan kesehatan seperti mata merah terbakar, pilek dan penyakit yang dikenal dengan nama bronchitis.

Partikel-partikel halus ini juga bisa memperparah penyakit jantung dan paru-paru kronis – dan bisa memicu kematian mendadak bagi penderita.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencegah efek negatif dari polusi asap terhadap kesehatan Anda dan keluarga yang diambil dari situs Air Now:

1. Perhatikan laporan kualitas udara di wilayah Anda dan tetaplah waspada dengan memantau liputan media dan peringatan kesehatan terkait asap.

2. Gunakan logika. Hindari keluar rumah atau berolah raga di luar jika kondisi lingkungan Anda berasap. Saat-saat seperti itu juga tidak baik bagi anak-anak untuk bermain di luar rumah.

3. Jika Anda disarankan untuk tetap berada di dalam rumah, lakukan upaya untuk menjaga udara dalam ruang sebersih mungkin. Tutup pintu dan jendela – kecuali jika udara sedang panas-panasnya di luar.


4. Cek laporan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index, AQI) di wilayah Anda, jika tersedia. IKU biasanya bersumber dari alat pemantau kualitas udara lokal. Laporan itu akan memberi Anda informasi tentang kualitas udara dan rekomendasi tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan.

5. Jika polusi asap semakin memburuk, konsentrasi partikel di udara berubah. Anda harus segera melakukan tindakan untuk melindungi kesehatan Anda. Kunjungi situs kualitas udara lokal (jika ada) untuk mengetahui ramalan dan kondisi kualitas udara terkini.

6. Nyalakan pendingin ruangan, jika ada. Jaga kebersihan udara segar yang masuk dengan menjaga filter tetap bersih sehingga asap tidak bisa masuk. Catatan: Jika Anda tidak mempunyai pendingin ruangan, tinggal di dalam rumah dengan jendela tertutup bisa berbahaya. Apalagi dalam kondisi panas yang ekstrem. Sebaiknya Anda mencari tempat berteduh lain.

7. Jaga agar level partikel udara dalam ruang rendah. Saat konsentrasi asap tinggi, hindari membakar apapun di dalam ruangan. Seperti membakar kayu, memasak bahkan menyalakan lilin! Dan jangan pernah menggunakan penyedot udara yang akan menyebarkan partikel-partikel yang sudah ada di dalam rumah.

8. Dan jangan merokok. Merokok bisa semakin meracuni paru-paru Anda dan mereka yang ada di sekitar Anda. Jika Anda memiliki penyakit asma atau penyakit paru-paru lain, selalu ikuti anjuran dokter, jangan lupa mengonsumsi obat dan ikuti langkah-langkah untuk mengendalikan penyakit asma Anda. Pergi ke dokter jika gejala kesehatan Anda memburuk.

9. Jika Anda menderita gangguan jantung atau paru-paru, atau sudah berusia lanjut atau mempunyai anak, konsultasikan dengan dokter Anda apakah Anda perlu meninggalkan lingkungan yang sudah terpolusi. Saat lingkungan Anda terpapar asap tebal dalam jangka waktu lama, partikel-partikel asap bisa menempel di dalam ruangan walau Anda tidak menyadarinya.

http://www.hijauku.com/2011/08/09/9-cara-melindungi-keluarga-dari-polusi-asap/
[Read More...]


Olahraga yang Wajib Dilakukan Agar Payudara Tidak Kendur




img
Hampir semua wanita selalu ingin payudaranya tampak seksi walaupun sudah punya anak. Namun, ada beberapa orang yang mengatakan kalau memberikan ASI pada bayi bisa membuat payudara kendur. Mitos dan fakta banyak beredar, namun dengan olahraga yang tepat, payudara bisa dijaga agar tidak kendur.

"Itu mitos, kalau orang tersebut tidak pernah berolahraga untuk dadanya juga pasti kendur, tidak harus (karena) menyusui. Jadi, harus olahraga dada bila yang bersangkutan tidak mau bentuk dadanya jadi jelek. Bila sudah terlanjur kendur bisa diperbaiki dengan latihan dada lagi cuma nggak perfect," jelas Dr. Michael Triangto, SpKO, kepada wolipop melalui telepon, Selasa (18/09/2012).

Jika tidak mau payudara turun, Anda harus memiliki jadwal olahraga dada secara rutin. Buat latihan dada bersamaan dengan latihan lainnya. Dikutip dari Livestrong, Anda dapat mengencangkan payudara dengan angkat beban yang akan membantu menurunkan berat badan, mendukung jaringan payudara, serta memperkuat otot-otot punggung untuk berdiri tegak. Lakukan pula latihan lainnya, seperti berenang atau push-up.

Tidak hanya variasi olahraga dada seperti bench-press, fly dan pullover dengan beban saja, namun ada beberapa wanita yang menggunakan cara cepat untuk memperbaiki payudara mereka, yaitu dengan operasi payudara. Operasi payudara setelah melahirkan ternyata cukup populer sejak tahun 1997 dan meningkat hingga saat ini. Hal itu karena banyak ibu modern yang sangat mementingkan penampilan mereka.

"Pembesaran payudara setelah melahirkan paling sering diminta untuk memulihkan bentuk dan proporsi. Prosedur ini memang ideal bagi wanita yang telah memiliki anak dan jika dilakukan dengan benar maka tidak ada dampak yang berarti," ujar Dr Stuart Geldenhuys, ahli bedah kosmetik dari Cape Town, dikutip dari Health24.

Geldenhuys pun menuturkan operasi payudara membuat wanita merasa lebih baik dan percaya diri. Operasi dapat dilakukan setelah memberikan ASI eksklusif. Kini, wanita begitu memperhatikan perhatiannya walaupun sudah mempunyai anak, ditambah adanya kemajuan medis, serta teknologi yang dapat mengoptimalkan penampilan.

Bagi Anda yang ingin mengencangkan payudara. Anda bisa pilih sendiri yang mau digunakan, olahraga sejak dini atau operasi setelah memberikan ASI? Alangkah baiknya bila Anda mengetahui terlebih dahulu risiko serta manfaat yang akan dihasilkan.

[Read More...]


Early symptoms of HIV AIDS




below are HIV general nature signs that we can recognize easily:

  • Weight dropped dramatically more than 10% in a month, or a thin suddenly without any apparent cause.
  • suffering from fever Prolonged by more than one month.
  • Decreased of awareness and neurological disorders.
  • Dementia / HIV encephalopathy.
  • Suffering from chronic diarrhea that lasts more than a month, this causes body weak and dehydrated.


In addition there is also a common symptom of early symptoms of HIV AIDS that are special you can identify on the person who affected by HIV-AIDS disease, below are the early symptoms of HIV disease AIDS which is specifically that:

  • Strong and cough continuously for more than one month.
  • Zostermultisegmental herpes zoster and recurrent herpes.
  • Also arise progressive chronic herpes simplex.
  • There are fungal infections repeatedly on a woman's genitals.
  • Generalized dermatitis.
  • Kandidias oropharyngeal.
  • Generalized lymphadenopathy.
  • Cytomegalovirus retinitis.

[Read More...]


5 Foods Boosting Breast milk production



Ghiboo.com - Breast milk is the baby's main food. ASI is also required to be given exclusively for six months for the health and growth of babies.

In order to This well intake, mothers need to eat foods that support the milk production. Here are some foods that the mother could eat, as reported by Boldsky (3/8).

fenugreek seeds
Fenugreek or fenugreek seeds has believed to stimulate breast growth hormones and increase milk production. These seeds are a rich source of iron, vitamins, calcium and minerals. Research has shown that fenugreek is a potent stimulator to produce milk that can increase milk as much as 90 percent.

garlic
Garlic is old way but the best way to increase milk production. It has been proven in a study in the Journal of Pediatric Research which shows that garlic can increase milk production and babies appetite.

bean
Nuts, like almonds and cashews are the ideal foods to increase breast milk. Rich in protein, vitamins and minerals makes the beans are very good for consumption and help to improve lactation.

fiber foods
Green vegetables and some red vegetables are a source of fiber. Choose spinach, katuk leaves, grains, sweet potatoes and bit fruit that helps increase milk production. Do not forget to always eat at least one vegetable every day.

Pare
Vegetables, such as bottle gourd and bitter melon is the most popular foods to increase breast milk. Both are sources of vitamins and minerals, which help to improve the lactating women.
[Read More...]


Pumpkin Help Men Pumped Up



Not only synonymous with Halloween, pumpkins are also helping a man continue to 'on'.

A study showed that the pumpkin can be an alternative treatment for sufferers of impotence and enhance sexual desire for a normal man.

"Women do not need to spray perfume. Simply providing pumpkin pie, it was enough to make a man stimulated," says Alan Hirsch, director of Chicago's Smell and Taste Treatment and Research Center, reported by Alldoing (8/8).

Pumpkin contains antioxidants which are known to block classes types of cancer. The content of vitamins, minerals, and carbohydrates proven to provide benefits to the body.

A certain scent can enhance sexual desire. Uniquely, the pumpkin gives the best scent that helps man stimulated.

Hirsch explains, the smell and fragrance acts to reduce anxiety. With lower levels of anxiety, then the blood flow to the genitals increases.

"The combination of fragrance could increase 40 percent blood flow to the penis. And pumpkin is a strong stimulant," he explained.

The most important part of the pumpkin to the sexual health of men is pumpkin seeds. Pumpkin seeds are rich of zinc and useful for prostate enlargement, increase testosterone and sexual desire.
[Read More...]


Beware! 5 Turned Organ Gateway of Diseases



During Ramadan, not only emotion and clarity hearts tested. You were physically tested with no snack or drink for 14 hours.Stamina needed. Stamina comes from diet and habits. But that's not enough. You are advised to study the organs that could potentially be a gateway of germs or bacteria.This was revealed in the discussion "Lifebuoy Health News". One guest speaker, Dr. T Bahdar Johan, SpPD outlines five organs of the body that often is the entrance of disease. There is a good start to clean up more seriously the organs and then transmit the gift of God is clean habits to children. Does not maintain the cleanliness of the part of faith?

Respiratory TractOrgan called the most open since the two nostrils is like a window, where the inhaled air circulation. Germs or bacteria often infiltrate through the respiratory tract. Why are we not sick when germs visit every day? Because we have the staying power and an automatic mechanism that can remove germs without ill first. "For example, coughing or sneezing. In the physical defense system, both of which are front-line defense against infection, "said Bahdar.

Alimentary tractGerms or bacteria enter the digestive tract by feeding activity. According Bahdar, there are several factors that cause these channels to the gate of the disease. First, hand hygiene. Even clean hands, contaminated food can make us sick. Or through the intermediary of animals such as flies and cockroaches.So that this does not happen, Bahdar give classical solution: wash your hands the right way. Namely, wash hands with clean running water, using soap and rub hands until frothy evenly in the palm of the hand, also rubbing between your fingers, one by one. "The other part that is often missed, back of hands. Rub back of hands and then wipe evenly between the nails one by one. Finally, rinse your hands with clean running water then dry with a clean towel or paper towels, "he explained.SkinCertain animals can penetrate the body through the skin. Worms for example, infiltrating through the nail and the skin or swallowed while eating. Another part that should be anticipated, the urinary tract. Germs or bacteria can enter through the urinary tract and trigger inflammation.Bahdar mention women more vulnerable to urinary tract. "In the female organs, fluids from bag urine out through one channel, namely the urethra. Short, straight shape with the width of the hole. Germs easily enter if the way (sorry) ceboknya reckless, hold pee or wash the vital organ with a lack of clean water, "he reminded Bahdar.Diseases that can arise include inflammation of the bladder and pyelonephritis (kidney infection). If this happens, the bacteria seemed to find the gate to contaminate the blood.EarEar, the organ is quite susceptible to germs. Because the infection of the eardrum can occur from two directions. From the outside through the dirt to enter. Actually, the ear can protect themselves from outside attacks because it has the tympanic membrane. This membrane can leak due to trauma caused by being hit or slapped by the person, or ear probe too deeply."If you dig too deep, could tear the eardrum. This gap for germs to infect the mastoid bone and then get to the meninges (lining of the brain). As a result, meningitis (inflammation of the membranes that cover the central nervous system). In children, the leakage would occur from the inside due to bacterial infection. Cause infection and pus pus push the membrane so busted, "Bahdar added.ToothHoles in the teeth allows bacteria into the blood vessels beneath the array of teeth. Bahdar've found two cases of tooth germs enter through the hole and then ventured into some channel which empties into the heart. "It's called heart disease pericarditis. Very dangerous because it takes more antibiotic substances. People with this disease can be friends with antibiotics for up to three weeks, "tell Bahdar.

Msn
[Read More...]


Categories

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors